Posted by: manaja | 18th Mar, 2010

Terendap Laraku

Kekasihku… dengarlah gemericik air di dasar telaga yang gelap,
ia terus mengalir dalam kegelapan dengan kepastian hidup,

namun tidak bagi diriku,
aku melangkah tanpa mengerti arah tujuanku,

penantianku,
kegembiraanku,
canda-tawaku,

telah terkubur bersama pergimu meninggalkan kehampaan dihatiku,
dengarlah setiap detak rindu yang menghujam kalbuku..,
pandanglah pancaran mata redup tanpa cahaya,

kepedihanku,
airmataku,
juga kecewaku,

Mereka mengelilingiku laksana angin-angin pengab yang mencekik dalam kehidupanku,
sentuhlah sayap-sayap kasihku yang terluka,
yang dahulu membuatku melambung tinggi mengitari jingga indah diangkasa,

kini ia hanya dapat menemaniku dalam duka
Bercengkrama bersama lara jiwa..

# Terendap Laraku #
18/03/10
Man aja

Posted by: manaja | 15th Mar, 2010

Untaian Kata Hati II

Jiwa ini kan terkoyak perih saat diam mu membisu menjadikan praduga di hatiku,
adakah kau tetap setia menjadi kasih dihatiku?
Ataukah ada cinta lain dihatimu?

Entahlah aku takut untuk menjawabnya,
karena ku takut melukai hatiku dan juga hatimu,
detik ini inginku mengucapkan sejuta sayangku padamu,

biarkan malam menjadi saksi kesucian jalinan ini dan kau tetap menjadi satu dihatiku kini, seandainya terhenti waktu berjalan,
ingin ku terdiam hanya denganmu dalam hembusan angin malam,
ketikaku mendekapmu diantara hempasan rindu melandaku,

harapku tetaplah menjadi cinta sejatiku,
genggam tangan ini ketika sendiri melandamu,
impikanku ketika merindumu akan ku menerpamu…

# Untaian Kata Hati II #
15/03/10
Man aja

Posted by: manaja | 15th Mar, 2010

Untaian Kata Hati

Ketika kucoba mengukir bait dari kata hatiku, menggoreskannya kata demi kata untuk menciptanya.

Taukah kau kekasihku? betapa saat ini aku begitu merindumu, mengharapkanmu disampingku? ingin sekali jiwaku ini menyapamu yang jauh kini, memeluknya, mendekapnya dan enggan melepasnya…

agar hilang rasa perih hatiku karena sembilu rinduku ini, maaf pabila sejuta khilafku telah melukai hati lembutmu dahulu, bukan niatku tuk melukai indah kasih yang kau berikan,

namun…. sayangku dan takutku akan hilangmu membuatku bertindak bodoh dan naif, seandainya kita dapat berkata dari hati yang terdalam, mungkin kau kan mendengarkan isi hatiku ini

keterbukaan jiwa tanpa noda kebohongan, tiada hal lain yang kuharap selain menjadikanmu satu dihatiku, karena aku begitu menyayangimu.

# Untaian kata Hati #
15/03/10
Man aja

Posted by: manaja | 5th Mar, 2010

Surat kekasih

Ketika kucoba mengukir bait dari kata hatiku, kugoreskan kata demi kata untuk menciptanya. Taukah kau kekasihku, betapa saat ini aku merindumu? ingin sekali jiwaku ini menyapamu yang jauh kini, memeluknya, mendekapnya dan enggan melepasnya…, agar hilang rasa perih hatiku karena sembilu rinduku ini, maaf pabila sejuta kataku telah melukai hati lembutmu dahulu, bukan niatku tuk melukai indah kasih yang kau berikan, namun sayangku dan takutku akan hilangmu membuatku bertindak bodoh dan naif, seandainya kita dapat berkata dari hati yang terdalam, mungkin kau kan mendengarkan isi hatiku ini, keterbukaan jiwa tanpa noda kebohongan, tiada hal lain yang kuharap selain menjadikanmu satu dihatiku karena aku begitu menyayangimu.

Jiwa ini kan terkoyak perih saat diam mu bisu menjadikan praduga di hatiku, adakah kau tetap setia menjadi kasih dihatiku? Ataukah ada cinta lain dihatimu? Entahlah aku takut untuk menjawabnya, karena ku takut melukai hatiku dan hatimu, detik ini inginku mengucapkan sejuta sayangku padamu, biarkan malam menjadi saksi kesucian jalinan ini dan kau tetap menjadi satu dihatiku kini, seandainya terhenti sedetik waktu berjalan, ingin ku terdiam hanya denganmu dalam hembusan angin malam, ketikaku mendekapmu diantara hempasan rindu melandaku, harapku tetaplah menjadi cinta sejatiku, genggam tangan ini ketika sendiri melandamu, impikanku ketika merindumu akan ku menerpamu…

Kekasihku.., ketika pergimu dari hidupku, jingga-jingga merah dalam kalbuku telah memudar, berganti pekat diantara butiran salju menggunung, bersama dinginnya kucoba merangkai bayang indah dalam anganku dan memetiknya dari mimpi-mimpiku, dialah kasih yang tak tampak, senjapun memudar ketika kusapanya kembali jingga di kejauhan, padanya kutitipkan sejuta kisah laraku, ketika penantian kasih menghadirkan luka dan rambulan tetap menjadi sejati temanku, mendengarkan segala keluh yang kuucap,menjadi saksi bisu ketika menangisku tanpa airmata, bintang menghilang dibarisan awan hitam.

Kasih itu pergi meninggalkan ku dalam kehampaan jiwa, hanya jingga dan sekuntum mawar yang kini kugenggam menemaniku dalam sendiriku, menyapa hari yang sunyi, ” Kekasihku… dengarlah gemericik air di dasar telaga yang gelap, ia terus mengalir dalam kegelapan dengan kepastian hidup, namun tidak bagi diriku, aku melangkah tanpa mengerti arah tujuanku, penantianku, kegembiraanku, canda-tawaku, telah terkubur bersama pergimu meninggalkan kehampaan dihatiku, dengarlah setiap detak rindu yang menghujam kalbuku.., pandanglah pancaran mata redup tanpa cahaya, kepedihanku, airmataku, juga kecewaku, mengelilingiku laksana angin-angin pengab yang mencekik dalam kehidupanku, sentuhlah sayap-sayap kasihku yang terluka, yang dahulu membuatku melambung tinggi mengitari jingga indah diangkasa, kini ia hanya dapat menemaniku dalam duka.

Kekasihku… kerinduan ini begitu memberiku kepedihan, membuatku laksana anak kijang terluka dan mengharapkan induknya bersamanya, namun disekelilingnya hanya ada kegelapan dan lolongan serigala lapar dikejauhan. Dapatkah ku terus bertahan tanpa kekuatan anugerah cinta dalam hidupku?.

Kekasihku… malam telah datang untuk melelapkan bising dunia dengan segala ego mereka, tetapi tidak bagiku, luka diantara sayap-sayap kasihku terus memberikan rasa pedih hingga membuatku terus terjaga dari lelap yang melenakan.

Tidak… tidak kekasihku jangan kau hiraukan segala keluhku, biarlah aku tenggelam dalam duka dan kekecewaanku ini, sampai masanya desah ini terhenti, dan mengakhiri penantian yang penuh dengan penderitaan ini, untuk mengantarkanku kembali merangkulmu dalam keabadian kasih.

#Surat Kekasih #

05/03/10

Man aja


Posted by: manaja | 5th Mar, 2010

Toek Sahabatku

Sahabatku…awan kelabu mengitari untaian kepedihan langit jiwa yang berduka, memaksa ku untuk terdiam dalam kesedihan, kau sahabatku.. dalam keheningan hatimu aku terduduk dan terpaku, dalam padang penuh ilalang aku terus mengais makna sepi yang menjadikanmu terdiam, dengarkanlah sahabatku…dekap kecewaku ketika kepergianmu hanya menyisahkan kenangan dalam dunia bayangan fikiranku dan ruang kosong di hatiku, kepergianmu juga menyisahkan getar yang menghentakkan jiwaku ini.

Wahai sahabatku kini kau telah mengarungi perjalanan panjang untuk menemukan keabadian surgawi yang telah di janjikan kepada hamba-hambaNya dan kebahagiaan yang tiada batas bagi hamba-hambaNya, namun sahabatku kau telah meninggalkan kerinduan di hatiku ini, kerinduan untuk menatap bintang-bintang kala malam bersamamu dan kerinduan untuk mendengar suaramu diantara bait-bait puisi yang kau ucapkan.

Sahabatku…dalam tumpahan tintaku ini ku ungkapkan makna kesedihan hatiku, dengan kata-kata ini ku coba melepaskan kepergianmu bersama lambaian keiklasan hatiku, bersama bait-bait ini kutaburkan bunga kerinduanku juga untaian doa ku.

Maafkan ku duhai sahabatku, jika airmata ini terus mengalir menjadikan kepedihan hatimu karenaku, maafkan ku sahabatku jika airmata ini terjatuh menjadikan ganjalan kepergianmu, maafkan ku sahabatku jika airmata ini terberai membuatmu terus merindukanku, maafkan ku sahabatku…teramat berat duka hatiku ini dan terlalu rapuh jiwa ini untuk memikul kepedihan yang kini kurasakan.

Damailah engkau wahai sahabatku, damailah bersama indah yang selama ini kau impikan, tersenyumlah sahabatku, tersenyumlah dalam taman surgawi nan diciptakanNya untukmu, dan berjanjilah sahabatku, kita akan dipertemukan kembali bersama jiwa-jiwa yang digenggamNya dalam rangkulan kebersamaan di masa lalu, sekarang dan yang akan datang, dalam keabadian persahabatan….

# Toek Sahabatku #

05/03/10
Man aja

Posted by: manaja | 1st Mar, 2010

Duka Hati

Waktu terus berulang dalam hari bersama detik-detik yang berbeda, ketika kudengar kicauan burung di pagi hari, sinar mentari menyilaukan mata, hah…entah apa untuk hari ini.

Ada suatu kerinduan yang menyayat dihatiku, keinginan, kehampaan, dan ungkapan yang tak terucap, detak ini begitu menyakitkan serasa mengoyak jiwa dan menjadi sembilu tajam dalam hari-hariku, kekecewaan yang berkepanjangan merasuki pembuluh nadi bersama sepi.

Rasa haus akan kasih telah menenggelamkanku pada satu titik kenelangsaan yang pekat kerinduanku akannya membuatku mengimpikannya dalam malam.

Kini tiada tangis, tiada airmata, hanya satu sosok dengan jiwa peka yang tabah dalam luka.

# Duka Hati #
01/03/10
Man aja

Posted by: manaja | 24th Feb, 2010

Malam

Bayang-bayang tergoyang menjadikan mimpi buruk bagi bocah-bocah yang terjaga mimpinya.

Namun tidak bagi jiwa-jiwa yang terluka dalam duka, jeritnya mengungkapkan kerinduannya…lakasana gersang menanti hujan, karena….dalam pekanya kesunyian terdekap batin-batin menjerit, diantara pekatnya tersembunyi raga-raga penat nan hampa.

Dalam aliran anak-anak sungai menuju hamparan bunda samudera, terdiam tetesan airmata pengungkap pilu hati tak terucap, dan hanyalah malam temaniku ketika hembusan angin menciptakan garis-garis kisah diatas permukaan air, dengarlah arti tiap desahan panjang tentang kecewa terpendam, dialah malam, penabur kegelisahan ketika nyanyian alam berdesir menyentuh telingayang peka karena duka, pesonanya telah mententramkan roh-roh yang bersedih.

Pabila malam merangkul dalam kegelapan, pabila rembulan menyapa bersama jutaan hamparan bintang, maka tetaplah temaniku ketika terjaga mimpi, terbuai hembusan angin dalam titik keheningan.

Menyatukan dinginnya pada raga menyendiri, dan bertaburlah maafku atas tercampaknya dirimu…!!!

# Malam #

Man aja
4/8/04

Posted by: manaja | 22nd Feb, 2010

Love Hurt

Love Hurt

Perkenalan Andi dan Ella terjadi begitu saja, saat orientasi siswa tahun ajaran baru dan mereka pun menjalin persahabatan dan saling berbagi di kala suka dan duka, detik dalam waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa telah hampir tiga tahun berlalu dan kini mereka telah duduk di bangku kelas 3 SMK yang sama dan kelas yang sama.

“Di, Lo tau ngga Si Reza, anak kelas 3 MB 2”,

“Ho..oh kenapa?”,

“Gue udah jadian ama dia”,

Bagaikan mendengar suara guntur di siang hari tiada awan dan hujan Andi begitu terkejut, namun ia mencoba untuk tenang dan seolah biasa saja,

“Kapan?”,

“Kemarin, waktu pulang sekolah doi panggil gue ke belakang sekolah, trus dia nembak gue, doi bilang kalo doi itu udah lama perhatian ama gue ‘n simpatik ama gue, trus kemarin itu doi emang udah niat mau bilang sama gue”,

“Trus”,

“Yah gue cuma ngangukin kepala, ‘n gue bilang iya”,

Untuk kedua kalinya Andi bagaikan mendengar suara guntur siang itu, darahnya berdesir kencang, wajahnya panas, ada sesuatu yang menyebabkan dada sebelah kirinya terasa begitu nyeri, begitu sakit dan perih.

“Di, lo sakit yah?”,

“Engga”,

“Kok, lo diam aja sich, Di?, by the way nanti gue ada janji ama Reza, jadi lo pulang duluan aja yah, OK”,

“Ya udah, lo hati-hati yah, gue pulang dulu”,

Andi mengusap kepala Ella, lalu beranjak pergi meninggalkannya di depan ruang kelas mereka. Andi terus melangkah sambil menahan rasa sakit di dadanya, rasa sakit yang teramat, namun ia terus mempercepat langkahnya dan ingin segera sampai kerumah.

Waktu terus berlalu bagaikan asap yang terbang menghilang tanpa bekas, hubungan persahabatan antara Andi dan Ella mulai renggang, karena waktu Ella kini lebih banyak dihabiskan bersama Reza yang kini menjadi kekasihnya, dan tiap kali Andi melihat mereka bersama, hatinya bagaikan tersayat-sayat, dan tiap kali Ella bercerita tentang Reza kepadanya ia terus merasakan sakit didadanya bahkan disetiap detak jantungnya rasa sakit itu makin menjadi, pernah suatu hari Ella menangis dipeluknya, karena Reza menyakiti hati Ella dengan mengatakan bahwa Ella tidak pernah mengerti tentang Reza, namun dengan sabar Andi menasehati Ella, bahwa mungkin Reza sedang dalam keadaan emosi sehingga berkata seperti itu, dengan tersenyum Andi menghapus airmata Ella, airmata yang membuat hatinya hancur luluh karena melihat orang yang dikasihinya terluka hati.

Andi selalu membuat kata-kata dalam bentuk ungkapan dan puisi :

Dear someone,

Dalam bayang-bayang jingga senja ku coba menyapa angkasa nan indah, laksana terpaku pijak bumi aku terdiam tanpa berucap kata, hanya pijar mataku ini yang menampakkan keluh kesah yang hadir dalam hatiku, aku mencoba merajut kembali bayang-bayang kosong nan dahulu hadir dalam setiap mimpi-mimpiku juga hidupku, bayang-bayang yang kini meninggalkan ku sendiri dalam kesepian dan kesunyian, dalam dingin kalbu batin jiwa, aku terseok melangkah menggapai angan yang tak tampak sedari pijar cinta yang menyilaukan, kini tiada harapku kembali mekar bunga kasih yang telah layu, dan biarkanlah mengering terpaku dalam kehampaan, izinkan aku tetap merangkulnya walau hanya angan yang tidak nyata, dan ia yang kini jauh dariku, adakah saat-saat ku teringat denganmu yang terbayang kini, tetaplah menjadi pijar bintang yang indah dipandang dikejauhan, agar dapat aku menyapanya ketika rindu menyapaku, menjadikannya sebuah kepiluan yang begitu menyayat hatiku, dalam tangis sedih tak tertahankan tetes airmataku terjatuh, kenangan indah tinggallah kenangan, wahai jingga kemanakah pergimu membawa kasih yang kutitipkan? Siapakah kini kan mengisi ruang hatiku, dalam selimut kabut ragaku sepi, aku berlalu pergi memendam tangis di dasar hatiku kan hilang bersama waktu lamban, dan padanya yang tak kan kembali, teriring kerinduanku dalam untaian airmataku, menjadikannya kepedihan kan merangkul jiwa kelam yang kini terpaku sepi….sendiri…!!!

By : Gue

Andi menuliskan kata-kata itu dalam buku milik Ella yang dipinjamnya, Ella sempat menanyakan tentang puisi itu, namun Andi hanya mengatakan bahwa Ella akan mengerti suatu saat nanti, namun Ella semakin tidak mengerti maksud dari ucapan Andi.

Malam ketika perpisahan sekolah Andi menulis sesuatu di buku Ella :

Dear someone,

Malam semakin larut waktu gue mulai tulis kata-kata ini, gue cuma mau bilang sedikit uneg-uneg yang ada dalam hati gue. Loe mungkin udeh tau, selama ini kita ngejalanin berbagai masalah bersama-sama yang membuat kita menjadi begitu dekat, kebersamaan itu membuat kita menjadi saling mengisi kekosongan dalam diri, saling membutuhkan, saling mengerti dan memahami satu dengan yang lainnya, ada beberapa baris kata yang akan gue ucapkan sebelum waktu ini berlalu. Ada detik-detik dimana kita menjalani waktu bersama, dan disitulah detik-detik dimana gue merasa begitu bahagia, gue ngerasa… telah memiliki indah dunia yang selama ini gue cari, kasih sayang, persahabatan, cinta…, ada rasa hangat tiap kali gue genggam erat tangan ‘loe dan gue engga pengen sedetikpun ngelepasin apa yang saat itu udah gue raih, gue ingin selalu merangkul rasa kasih nan selama ini memberikan kehangatan dalam hidup gue, pelita dalam kelam hati gue, gue tau mungkin ini terlalu naïf, tapi itulah yang sebenarnya ada di hati gue selama ini, dan gue ingin ‘loe selalu ada dalam hati dan detik dalam hidup gue…, namun ternyata takdir berkehendak lain, so kita harus ngelupain apa yang selalu menjadi angan gue selama ini, dan menguburnya dalam-dalam, perpisahan udah merenggut semua yang udah kita bangun bareng-bareng, ia tlah membuat rangkulan dan genggaman itu terlepas…, gue tau mungkin ini menyakitkan, sangat menyakitkan, tapi apa kita bisa melawan kehendak takdir?…please, jangan dibawa sedih, tegar aja ok?, tapi… kalo ‘loe engga mampu memikul kesedihan ini, nangis dech yang kenceng, curahin semua yang membebanin ‘loe kini, ungkapkan semua keluh yang ada dalam hati ‘loe, biar alam tau tentang semua sedih hati ‘loe, walau mereka hanya menjadi saksi bisu tentang keluh hati ‘loe…, dekap erat raga ini yang bakal jauh dari ‘loe, inget selalu hari ini, detik ini, karena setelah ini akan ada benih rindu yang bakal menghujam hati ‘loe, simpen baik-baik kenangan yang udah gue kasih ke ‘elo, taro di dalam hati kecil ‘loe…, gue juga minta maaf atas segala kesalahan gue yang udah bikin hati ‘loe sakit, kalo suatu hari gue kembali, mau kan ‘loe temenin gue kaya dulu lagi ?… toek mengenang yang lalu bersama gue!,…dan kalo suatu hari gue engga pernah kembali, gue harap ‘loe mau tetap mengenang gue, menjaga kisah kita sedari kebahagiaan yang pernah hadir dalam hari-hari indah bareng gue, dan kalo sembilu rindu mulai mengiris malam-malam ‘loe, buka lagi lembar-lembar kenangan di hati kecil ‘loe, dan pandangin langit malam dalam bintang gemerlapan, pejamkan mata ‘loe, biarkan angin dingin mengalir menelusuri batin sepi toek menjamah hati, saat itulah gue akan kembali merangkul erat ‘loe lagi, mengajak ‘loe untuk menjamah angkasa malam bertabur bintang, berlarian diantara kelipnya, bersandar pada rembulan, membuai ‘loe diantara redup sinar dalam indah lelap mimpi-mimpi malam berselimut awan…!!!

“ Segurat Pesan “

Itulah malam terakhir Andi bertemu Ella, setelah perpisahan sekolah Ella pindah rumah, karena orangtuanya ditugaskan keluar kota, kini setiap kali ia mengingat kenangan tentang Ella, Andi kembali merasakan sakit yang teramat di bagian dadanya, sakit yang mungkin takkan pernah hilang selamanya…..!!!

Created Man aja 2002

Posted by: manaja | 22nd Feb, 2010

Duka Ku

Ada kecewa merasuki jiwaku kini…
Ketika suatu dusta menyelinap diantara kasih hati
Pedihnya bagai tikaman sembilu yang menyesakkan
Kesedihan, kekecewaan, membuatku peka akan hati ini
Menghempaskanku berpautan diantara duri-duri kasih
Padanya yang membuatku terluka….
Ahk…….Entahlah
Jiwaku begitu terguncang kini
Terlalu pedih untuk kuungkap asa dalam jiwaku
Terlalu pahit kebohongan yang kau ciptakan
Sedari kepercayaan yang ku berikan untukmu
Semoga Tuhan memaafkan khilafmu
Dan aku….
Biarkan aku tersendiri kini
Terpaku dan tenggelam dalam kepedihanku
Juga tangisanku…!!!

# Dukaku#
22/02/10
Man aja

Posted by: manaja | 9th Feb, 2010

Ajarkan

Tuhan…
Begitu sukarkah ikhlas itu?
Ajarkan aku
Tuhan…
Ku coba terus
dan ku coba lagi
Tapi…
Kenapa bayangnya tak pudar?
Tentangnya
dan tentang luka hatiku

# Ajarkan #
14/10/09
Man aja

Older Posts »

Categories