Love Hurt
Perkenalan Andi dan Ella terjadi begitu saja, saat orientasi siswa tahun ajaran baru dan mereka pun menjalin persahabatan dan saling berbagi di kala suka dan duka, detik dalam waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa telah hampir tiga tahun berlalu dan kini mereka telah duduk di bangku kelas 3 SMK yang sama dan kelas yang sama.
“Di, Lo tau ngga Si Reza, anak kelas 3 MB 2”,
“Ho..oh kenapa?”,
“Gue udah jadian ama dia”,
Bagaikan mendengar suara guntur di siang hari tiada awan dan hujan Andi begitu terkejut, namun ia mencoba untuk tenang dan seolah biasa saja,
“Kapan?”,
“Kemarin, waktu pulang sekolah doi panggil gue ke belakang sekolah, trus dia nembak gue, doi bilang kalo doi itu udah lama perhatian ama gue ‘n simpatik ama gue, trus kemarin itu doi emang udah niat mau bilang sama gue”,
“Trus”,
“Yah gue cuma ngangukin kepala, ‘n gue bilang iya”,
Untuk kedua kalinya Andi bagaikan mendengar suara guntur siang itu, darahnya berdesir kencang, wajahnya panas, ada sesuatu yang menyebabkan dada sebelah kirinya terasa begitu nyeri, begitu sakit dan perih.
“Di, lo sakit yah?”,
“Engga”,
“Kok, lo diam aja sich, Di?, by the way nanti gue ada janji ama Reza, jadi lo pulang duluan aja yah, OK”,
“Ya udah, lo hati-hati yah, gue pulang dulu”,
Andi mengusap kepala Ella, lalu beranjak pergi meninggalkannya di depan ruang kelas mereka. Andi terus melangkah sambil menahan rasa sakit di dadanya, rasa sakit yang teramat, namun ia terus mempercepat langkahnya dan ingin segera sampai kerumah.
Waktu terus berlalu bagaikan asap yang terbang menghilang tanpa bekas, hubungan persahabatan antara Andi dan Ella mulai renggang, karena waktu Ella kini lebih banyak dihabiskan bersama Reza yang kini menjadi kekasihnya, dan tiap kali Andi melihat mereka bersama, hatinya bagaikan tersayat-sayat, dan tiap kali Ella bercerita tentang Reza kepadanya ia terus merasakan sakit didadanya bahkan disetiap detak jantungnya rasa sakit itu makin menjadi, pernah suatu hari Ella menangis dipeluknya, karena Reza menyakiti hati Ella dengan mengatakan bahwa Ella tidak pernah mengerti tentang Reza, namun dengan sabar Andi menasehati Ella, bahwa mungkin Reza sedang dalam keadaan emosi sehingga berkata seperti itu, dengan tersenyum Andi menghapus airmata Ella, airmata yang membuat hatinya hancur luluh karena melihat orang yang dikasihinya terluka hati.
Andi selalu membuat kata-kata dalam bentuk ungkapan dan puisi :
Dear someone,
Dalam bayang-bayang jingga senja ku coba menyapa angkasa nan indah, laksana terpaku pijak bumi aku terdiam tanpa berucap kata, hanya pijar mataku ini yang menampakkan keluh kesah yang hadir dalam hatiku, aku mencoba merajut kembali bayang-bayang kosong nan dahulu hadir dalam setiap mimpi-mimpiku juga hidupku, bayang-bayang yang kini meninggalkan ku sendiri dalam kesepian dan kesunyian, dalam dingin kalbu batin jiwa, aku terseok melangkah menggapai angan yang tak tampak sedari pijar cinta yang menyilaukan, kini tiada harapku kembali mekar bunga kasih yang telah layu, dan biarkanlah mengering terpaku dalam kehampaan, izinkan aku tetap merangkulnya walau hanya angan yang tidak nyata, dan ia yang kini jauh dariku, adakah saat-saat ku teringat denganmu yang terbayang kini, tetaplah menjadi pijar bintang yang indah dipandang dikejauhan, agar dapat aku menyapanya ketika rindu menyapaku, menjadikannya sebuah kepiluan yang begitu menyayat hatiku, dalam tangis sedih tak tertahankan tetes airmataku terjatuh, kenangan indah tinggallah kenangan, wahai jingga kemanakah pergimu membawa kasih yang kutitipkan? Siapakah kini kan mengisi ruang hatiku, dalam selimut kabut ragaku sepi, aku berlalu pergi memendam tangis di dasar hatiku kan hilang bersama waktu lamban, dan padanya yang tak kan kembali, teriring kerinduanku dalam untaian airmataku, menjadikannya kepedihan kan merangkul jiwa kelam yang kini terpaku sepi….sendiri…!!!
By : Gue
Andi menuliskan kata-kata itu dalam buku milik Ella yang dipinjamnya, Ella sempat menanyakan tentang puisi itu, namun Andi hanya mengatakan bahwa Ella akan mengerti suatu saat nanti, namun Ella semakin tidak mengerti maksud dari ucapan Andi.
Malam ketika perpisahan sekolah Andi menulis sesuatu di buku Ella :
Dear someone,
Malam semakin larut waktu gue mulai tulis kata-kata ini, gue cuma mau bilang sedikit uneg-uneg yang ada dalam hati gue. Loe mungkin udeh tau, selama ini kita ngejalanin berbagai masalah bersama-sama yang membuat kita menjadi begitu dekat, kebersamaan itu membuat kita menjadi saling mengisi kekosongan dalam diri, saling membutuhkan, saling mengerti dan memahami satu dengan yang lainnya, ada beberapa baris kata yang akan gue ucapkan sebelum waktu ini berlalu. Ada detik-detik dimana kita menjalani waktu bersama, dan disitulah detik-detik dimana gue merasa begitu bahagia, gue ngerasa… telah memiliki indah dunia yang selama ini gue cari, kasih sayang, persahabatan, cinta…, ada rasa hangat tiap kali gue genggam erat tangan ‘loe dan gue engga pengen sedetikpun ngelepasin apa yang saat itu udah gue raih, gue ingin selalu merangkul rasa kasih nan selama ini memberikan kehangatan dalam hidup gue, pelita dalam kelam hati gue, gue tau mungkin ini terlalu naïf, tapi itulah yang sebenarnya ada di hati gue selama ini, dan gue ingin ‘loe selalu ada dalam hati dan detik dalam hidup gue…, namun ternyata takdir berkehendak lain, so kita harus ngelupain apa yang selalu menjadi angan gue selama ini, dan menguburnya dalam-dalam, perpisahan udah merenggut semua yang udah kita bangun bareng-bareng, ia tlah membuat rangkulan dan genggaman itu terlepas…, gue tau mungkin ini menyakitkan, sangat menyakitkan, tapi apa kita bisa melawan kehendak takdir?…please, jangan dibawa sedih, tegar aja ok?, tapi… kalo ‘loe engga mampu memikul kesedihan ini, nangis dech yang kenceng, curahin semua yang membebanin ‘loe kini, ungkapkan semua keluh yang ada dalam hati ‘loe, biar alam tau tentang semua sedih hati ‘loe, walau mereka hanya menjadi saksi bisu tentang keluh hati ‘loe…, dekap erat raga ini yang bakal jauh dari ‘loe, inget selalu hari ini, detik ini, karena setelah ini akan ada benih rindu yang bakal menghujam hati ‘loe, simpen baik-baik kenangan yang udah gue kasih ke ‘elo, taro di dalam hati kecil ‘loe…, gue juga minta maaf atas segala kesalahan gue yang udah bikin hati ‘loe sakit, kalo suatu hari gue kembali, mau kan ‘loe temenin gue kaya dulu lagi ?… toek mengenang yang lalu bersama gue!,…dan kalo suatu hari gue engga pernah kembali, gue harap ‘loe mau tetap mengenang gue, menjaga kisah kita sedari kebahagiaan yang pernah hadir dalam hari-hari indah bareng gue, dan kalo sembilu rindu mulai mengiris malam-malam ‘loe, buka lagi lembar-lembar kenangan di hati kecil ‘loe, dan pandangin langit malam dalam bintang gemerlapan, pejamkan mata ‘loe, biarkan angin dingin mengalir menelusuri batin sepi toek menjamah hati, saat itulah gue akan kembali merangkul erat ‘loe lagi, mengajak ‘loe untuk menjamah angkasa malam bertabur bintang, berlarian diantara kelipnya, bersandar pada rembulan, membuai ‘loe diantara redup sinar dalam indah lelap mimpi-mimpi malam berselimut awan…!!!
“ Segurat Pesan “
Itulah malam terakhir Andi bertemu Ella, setelah perpisahan sekolah Ella pindah rumah, karena orangtuanya ditugaskan keluar kota, kini setiap kali ia mengingat kenangan tentang Ella, Andi kembali merasakan sakit yang teramat di bagian dadanya, sakit yang mungkin takkan pernah hilang selamanya…..!!!
Created Man aja 2002
Berbagi